Life Form Karang
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Terdiri dari kurang lebih 17.500 buah pulau dan memiliki lebih dari 204.000 km garis pantai, dan kurang lebih 80.000 km daerah terumbu karang.Indonesia sekaligus menjadi negara terluas ketiga yang memiliki ekosistem terumbu karang.
Berdasarkan Geomorfologinya, bahwa ekosistem terumbu karang dapat dibagi menjada tiga tipe, yaitu:
Berdasarkan Geomorfologinya, bahwa ekosistem terumbu karang dapat dibagi menjada tiga tipe, yaitu:
1. Terumbu karang tepi (fringing reef)
adalah karang yang berkembang mengelilingi pulau, jarak dari pantai bervariasi antara 3-300 m, tumbuh subur di daerah yang cukup ombak dengan kedalaman kurang dari 40 m. Hamparan tipe terumbu ini banyak diketemukan di perairan tropis.
2. Terumbu karang penghalang (barrier reef)
adalah karang yang terletak sejajar dengan pantai, namun dipisahkan oleh laut. Lebar laut pemisah tersebut dapat mencapai 6 km hingga lebih dari 1000 m. Pada umumnya barrier reefs ini tumbuh di sekitar vulkanik, namun ada beberapa yang dapat juga tumbuh di sepanjang paparan (continental coast). Umumnya barrier reef ini tumbuh mengikuti panjang pantai dengan beberapa lokasi terputus oleh berbagai ukuran saluran.
3. Terumbu karang cicin (atoll)
adalah karang yang membentuk pulau dengan bentuk cicin di tengah lingkarannya, cicin karang terdapat di perairan yang disebut goba (lagoon), yang muncul dari perairan dalam dan jauh dari daratan, banyak terdapat di samudra pasifik.
Jika di lihat berdasarkan bentuk pertumbuhannya karang batu terbagi menjadi karang Acropora dan non-Acropora. Perbedaan Acropora dengan non-Acropora terletak pada struktur skeletonya. Acropora memiliki bagian yang disebut axial coralit dan radial coralit, sedangkan non-Acropora hanya memiliki radial coralit.
Berikut ini penjelasan mengenai acropora dan non acropora :
Acropora
Acropora adalah genus karang scleractinian di Cnidaria Filum. Beberapa spesies yang dikenal sebagai meja karang, karang dan bercabang Elkhorn karang. Saat ini ada 149 spesies dijelaskan . Acropora salah satu bangunan utama terumbu karang, bertanggung jawab untuk membangun kalsium karbonat substruktur besar mendukung kulit hidup tipis karang.
Tergantung pada spesies dan lokasi, dapat tumbuh sebagai Acropora piring atau langsing atau cabang yang luas. Seperti karang lainnya, karang Acropora koloni individu yang dikenal sebagai polip, yang sekitar 2 mm dan jaringan berbagi dan jaring saraf. Polip dapat menarik kembali ke karang sebagai respon terhadap gerakan atau gangguan oleh predator mungkin, tapi ketika mereka terganggu sedikit menonjol. Polip biasanya memperpanjang lebih lanjut di malam hari untuk membantu menangkap plankton dan bahan organik terlarut dari air.
Acropora paling umum di lingkungan terumbu dangkal dengan cahaya terang dan moderat dengan gerakan air yang tinggi. Banyak ikan karang kecil yang tinggal di dekat koloni Acropora dan mundur ke semak cabang jika terancam.
Acropora paling umum di lingkungan terumbu dangkal dengan cahaya terang dan moderat dengan gerakan air yang tinggi. Banyak ikan karang kecil yang tinggal di dekat koloni Acropora dan mundur ke semak cabang jika terancam.
Karang ini memiliki zooxanthellae, simbiosis alga yang hidup dalam sel karang dan menghasilkan energi untuk hewan melalui fotosintesis. Perusakan lingkungan telah menyebabkan berkurangnya populasi Acropora, bersama dengan jenis karang lainnya. Acropora terutama rentan terhadap pemutihan ketika stres. Pemutihan ini disebabkan hilangnya zooxanthellae karang, yang merupakan warna cokelat keemasan. Karang dikelantang putih mencolok dan bisa mati jika zooxanthellae baru tidak dapat berasimilasi. Penyebab umum pemutihan dan kematian karang termasuk polusi, suhu air normal hangat, pengasaman laut meningkat, sedimentasi, dan eutrofikasi.
Acropora Kebanyakan coklat atau hijau tetapi beberapa berwarna cerah dan mereka karang langka dihargai oleh aquarists. Propagasi Captive Acropora tersebar luas dalam komunitas karang-menjaga. Mengingat kondisi yang tepat, banyak Acropora spesies tumbuh dengan cepat dan koloni individu dapat melebihi 1 meter di seberang di alam liar. Dalam akuarium terumbu terawat dengan baik, jari-ukuran fragmen dapat tumbuh menjadi basket berukuran koloni dalam 1 sampai 2 tahun. Spesimen penangkaran yang terus mengalami perubahan akibat seleksi yang memungkinkan mereka untuk berkembang di akuarium rumah. Dalam beberapa kasus, fragmen spesimen penangkaran digunakan untuk terisi kembali terumbu tandus di alam liar. Spesies Acropora menantang untuk simpan di akuarium rumah. Mereka membutuhkan cahaya terang, suhu stabil, dan air bergolak. Menyediakan elemen-elemen ini dapat terlalu mahal untuk hobi rata-rata.
English et al., (1994) menggolongkan bentuk pertumbuhan Acropora sebagai berikut:
1. Acropora branching (ACB), bentuk bercabang seperti ranting pohon.
Contoh : Acropora tenuis, Acropora formosa,Acropora digitifera, Acropora humilis, Acropora gamezi, Acropora florida, Pectinia lectuca
2. Acropora Tabulate (ACT), bentuk bercabang dengan arah mendatar dan rata seperti meja.
Contoh : Acropora hyacinthus, Acropora cytherea, Acropora clathrata, Acropora latistella
3. Acropora encrusting (ACE), bentuk mengerak
4. Acropora submassive (ACS), percabangan bentuk gada/lempeng kokoh, contoh genus Isopora.
Contoh : Acropora palifera
5. Acropora digitate (ACD), bentuk percabangan rapat dengan cabang seperti jari-jari tangan.
Contoh : Acropora gemmifera, Acropora humilis.
Non - Acropora
Karang non-Acropora terdiri atas:
1. Coral branching (CB), bentuknya bercabang seperti ranting pohon.
Contoh : Acropora sp, Echinopora sp, Pocillopora meandrina, Pocillopora eyrduxi, Tubastrea micranatha.
2. Coral massive (CM), bentuknya seperti batu yang padat.
Contoh : Porites lobata, Porites lutea, Cyphastrea sp, Goniastrea sp, Astreopora sp, Montipora sp, Symphyllia sp, Favia sp, Porites sp, Favitas sp
3.Coral encrusting (CE), bentuknya merayap, hampir seluruh bagian menempel pada substrat.
4.Coral submassive (CS), bentuk kokoh dengan tonjolan-tonjolan atau kolom-kolom kecil.
Contoh : Pocillopora eyeduxi, Pocillopora verucosa
5. Coral foliose (CF), bentuk menyerupai lembaran daun
Contoh : Echinopora lamellosa, Montipora sp
6. Coral mushroom (CMR), bentuk menyerupai jamur.
7. Coral Millepora (CME), semua jenis karang api dapat dikenali dengan adanya warna kuning di ujung koloni dan rasa panas seperti terbakar apabila tersentuh..
8. Coral Heliopora (CHL), dapat dikenali dengan adanya warna biru pada skeleton
Sumber :
http://id.shvoong.com/
http://www.id.wikipedia.org
wah, mantep artikelnya gan., ijin Copas ya buat refrensi tambah-tambah di blog, hee...
BalasHapusjangn lupa mampir juga di blog ane ya gan , blognya juga tentang pelajaran, ayo blajar bersama
http://goresanpenaseru.blogspot.com/